Gambaran Pemberian Makanan Pendamping Asi dan Status Gizi pada Balita Usia 6-24 Bulan di Posyandu Arbes Bawah Wilayah Kerja Puskesmas Passo

Kambalem, Bertha S (2026) Gambaran Pemberian Makanan Pendamping Asi dan Status Gizi pada Balita Usia 6-24 Bulan di Posyandu Arbes Bawah Wilayah Kerja Puskesmas Passo. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Maluku.

[thumbnail of Cover s.d Abstrak] Text (Cover s.d Abstrak)
Sampul s.d Abstrak - Bertha Kambalem.pdf

Download (628kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I - Bertha Kambalem.pdf

Download (207kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II - Bertha Kambalem.pdf
Restricted to Registered users only

Download (422kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III - Bertha Kambalem.pdf
Restricted to Registered users only

Download (327kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA - Bertha Kambalem.pdf

Download (298kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
KARYA TULIS ILMIAH - Bertha Kambalem.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan status gizi balita, khususnya pada usia 6–24 bulan yang merupakan periode kritis pertumbuhan. Praktik pemberian MP-ASI yang tidak tepat, baik dari segi waktu, frekuensi, jumlah, tekstur, maupun variasi makanan, dapat berdampak terhadap status gizi anak. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji gambaran pemberian makanan pendamping asi dengan status gizi pada balita 6-24 bulan di Posyandu Arbes Bawah wilayah kerja Puskesmas Passo. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Total dalam keseluruhan sampel dalam penelitian ini berjumlah 29 balita Di Posyandu Arbes Bawah. Data diperoleh melalui metode wawancara menggunakan kuesieoner. Data yang telah diolah kemudian dianalisis secara deskriptif Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita menerima MP-ASI yang tidak sesuai usia (55%), namun telah mendapatkan frekuensi (83%), jumlah/porsi (69%), dan tekstur (69%) yang sesuai. Sebagian besar balita juga memiliki variasi MP-ASI yang tidak beragam (76%). Berdasarkan status gizi, sebagian besar balita berada dalam kategori normal menurut indikator BB/U (97%), PB/U (93,1%), dan BB/TB (97%), meskipun masih terdapat sebagian kecil balita yang mengalami gizi kurang dan stunting. Kesimpulan : Praktik pemberian MP-ASI di wilayah penelitian masih belum optimal, terutama dalam hal usia pemberian dan variasi makanan. Meskipun demikian, status gizi balita secara umum tergolong baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kepada ibu balita mengenai pemberian MP-ASI yang tepat dan beragam guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: MP-ASI, frekuensi, variasi makanan, status gizi, balita
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkes-maluku.ac.id
Date Deposited: 03 Aug 2026 00:19
Last Modified: 03 Aug 2026 00:19
URI: https://repository.poltekkes-maluku.ac.id/id/eprint/363

Actions (login required)

View Item
View Item