Hubungan Kontrol Glikemik (HbA1c) dengan Penurunan Fungsi Ginjal (eGFR) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Tawiri-Laha

Maanana, Stela Rieska (2026) Hubungan Kontrol Glikemik (HbA1c) dengan Penurunan Fungsi Ginjal (eGFR) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Tawiri-Laha. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Maluku.

[thumbnail of Cover s.d Abstrak] Text (Cover s.d Abstrak)
Sampul s.d Abstrak - Stela Maanana.pdf

Download (482kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I - Stela Maanana.pdf

Download (200kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II - Stela Maanana.pdf
Restricted to Registered users only

Download (696kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III - Stela Maanana.pdf
Restricted to Registered users only

Download (302kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka - Stela Maanana.pdf

Download (267kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
STELA RIESKA MAANANA - Stela Maanana.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Latar Belakang. Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolik yang berisiko tinggi memicu komplikasi mikrovaskular seperti nefropati diabetik. Kontrol glikemik jangka panjang yang buruk, dipantau melalui kadar HbA1c, dapat memicu kerusakan struktur glomerulus secara progresif dan menurunkan fungsi ginjal yang dievaluasi melalui nilai estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR). Namun, beberapa penelitian terdahulu masih menunjukkan hasil yang inkonsisten.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara kontrol glikemik (HbA1c) dengan penurunan fungsi ginjal (eGFR) pada pasien DMT2 di Wilayah Kerja Puskesmas Tawiri-Laha.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 20 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi di Puskesmas Tawiri-Laha. Pengumpulan data kadar HbA1c (spesimen darah) dan nilai eGFR (kreatinin serum) dilakukan secara simultan dalam satu titik waktu tertentu. Analisis bivariat menggunakan uji Independent Sample t-Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok HbA1c tidak terkontrol (≥7%) memiliki rata-rata eGFR 79,13 ± 34,52 mL/min/1,73 m², sedangkan kelompok terkontrol (<7%) memiliki rata-rata eGFR lebih tinggi yaitu 88,76 ± 41,71 mL/min/1,73 m². Uji bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,581 (p > 0,05). Secara klinis, terdapat 30% responden yang telah mengalami penurunan fungsi ginjal abnormal (Grade IIIa hingga Grade IV).
Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan signifikan secara statistik antara kontrol glikemik (HbA1c) dengan penurunan fungsi ginjal (eGFR) pada pasien DMT2 di Puskesmas Tawiri-Laha.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1c, eGFR, Fungsi Ginjal
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkes-maluku.ac.id
Date Deposited: 04 Aug 2026 01:59
Last Modified: 04 Aug 2026 01:59
URI: https://repository.poltekkes-maluku.ac.id/id/eprint/371

Actions (login required)

View Item
View Item