Tingkat Konsumsi Zat Gizi Makro dan Status Gizi pada Lansia di Posyandu Lansia Negeri Lama Kota Ambon

Latumahina, Meralda (2026) Tingkat Konsumsi Zat Gizi Makro dan Status Gizi pada Lansia di Posyandu Lansia Negeri Lama Kota Ambon. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Maluku.

[thumbnail of Sampul s.d Abstrak] Text (Sampul s.d Abstrak)
sampul - Meralda Latumahina.pdf

Download (536kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB 1 - Meralda Latumahina.pdf

Download (145kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB 2 - Meralda Latumahina.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB 3 - Meralda Latumahina.pdf
Restricted to Registered users only

Download (174kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka - Meralda Latumahina.pdf

Download (153kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
Lengkap - Meralda Latumahina.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi akibat perubahan fisiologis, penurunan metabolisme, serta perubahan pola konsumsi makanan. Asupan zat gizi makro yang tidak seimbang dapat mempengaruhi status gizi lansia, baik dalam bentuk gizi kurang maupun gizi lebih.
Tujuan Penelitian:untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi makro dan status gizi pada lansia di Posyandu Lansia Negeri Lama Kota Ambon.
Metode penelitian: jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 34 lansia yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data asupan zat gizi makro diperoleh menggunakan metode food recall 3 x 24 jam, sedangkan status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan atau estimasi tinggi badan. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian:menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki asupan energi dalam kategori normal sebanyak 50,0%, protein normal 58,8%, lemak normal 44,1%, dan karbohidrat kategori lebih sebesar 47,1%. Status gizi lansia sebagian besar berada pada kategori normal yaitu 58,9%, diikuti berat badan lebih 17,6%, gemuk derajat I 8,8%, berat badan kurang 8,8%, dan gemuk derajat II 5,9%. Selain itu, lansia dengan asupan zat gizi makro normal cenderung memiliki status gizi normal, namun masih ditemukan lansia dengan status gizi lebih meskipun asupan tergolong normal.
Kesimpulan: hampir sebagian besar lansia memiliki asupan zat gizi makro dan status gizi dalam kategori normal, namun masih terdapat ketidakseimbangan terutama pada asupan karbohidrat yang berlebih. Oleh karena itu, diperlukan edukasi gizi untuk menjaga keseimbangan asupan makanan guna mempertahankan status gizi yang optimal pada lansia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Lansia, Asupan Zat Gizi Makro, Status Gizi
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkes-maluku.ac.id
Date Deposited: 13 Jul 2026 04:45
Last Modified: 13 Jul 2026 04:45
URI: https://repository.poltekkes-maluku.ac.id/id/eprint/319

Actions (login required)

View Item
View Item