Gambaran Pemeriksaan Kadar Kreatinin Urin pada Perokok Aktif di Desa Waiheru Balai Ilmu Perikanan (BIP) Rt 025/ Rw 03

Latupeirissa, Nayla (2026) Gambaran Pemeriksaan Kadar Kreatinin Urin pada Perokok Aktif di Desa Waiheru Balai Ilmu Perikanan (BIP) Rt 025/ Rw 03. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Maluku.

[thumbnail of Cover s.d Abstrak] Text (Cover s.d Abstrak)
sampul s.d abstrak KTI NAYLA LATUPEIRISSA - Lapo Latupeirissa.pdf

Download (404kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I KTI NAYLA LATUPEIRISSA - Lapo Latupeirissa.pdf

Download (211kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II KTI NAYLA LATUPEIRISSA - Lapo Latupeirissa.pdf
Restricted to Registered users only

Download (233kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III KTI NAYLA LATUPEIRISSA - Lapo Latupeirissa.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTKA KTI NAYLA LATUPEIRISSA - Lapo Latupeirissa.pdf

Download (391kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
KTI NAYLA LATUPEIRISSA - Lapo Latupeirissa.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Merokok merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal akibat paparan zat berbahaya, terutama kadmium yang terkandung dalam asap rokok. Paparan zat tersebut dapat menimbulkan stres oksidatif dan kerusakan pada tubulus ginjal sehingga berpotensi memengaruhi kadar kreatinin urin. Pemeriksaan kadar kreatinin urin dapat digunakan sebagai salah satu parameter untuk menilai fungsi ginjal pada perokok aktif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan kadar kreatinin urin pada perokok aktif di Desa Waiheru Balai Ilmu Perikanan (BIP) RT 025/RW 03.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan pemeriksaan laboratorium. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13–16 Mei 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 10 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan kadar kreatinin urin dilakukan di Laboratorium Klinik Prodia Ambon menggunakan metode Jaffe. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta narasi.
Hasil: Seluruh responden (100%) berusia 18–31 tahun. Berdasarkan lama merokok, masing-masing 5 responden (50%) telah merokok selama 1–5 tahun dan lebih dari 5 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki kadar kreatinin urin dalam batas normal, sedangkan tidak ditemukan responden dengan kadar kreatinin urin tidak normal (0%).
Kesimpulan: Gambaran pemeriksaan kadar kreatinin urin pada perokok aktif di Desa Waiheru Balai Ilmu Perikanan (BIP) RT 025/RW 03 menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kadar kreatinin urin dalam batas normal. Meskipun demikian, kebiasaan merokok tetap berpotensi meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal apabila berlangsung dalam jangka panjang, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan dan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Perokok aktif, kreatinin urin, fungsi ginjal, metode Jaffe
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkes-maluku.ac.id
Date Deposited: 04 Aug 2026 00:24
Last Modified: 04 Aug 2026 00:24
URI: https://repository.poltekkes-maluku.ac.id/id/eprint/367

Actions (login required)

View Item
View Item