Evaluasi Kadar Kreatinin dan Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (eGFR) pada Buruh Gudang di CV. Makmur Abadi sebagai Deteksi Dini Gangguan Fungsi Ginjal

Handayani, Norma Dwi (2026) Evaluasi Kadar Kreatinin dan Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (eGFR) pada Buruh Gudang di CV. Makmur Abadi sebagai Deteksi Dini Gangguan Fungsi Ginjal. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Maluku.

[thumbnail of Cover s.d Abstrak] Text (Cover s.d Abstrak)
Cover - Norma Handayani.pdf

Download (430kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I - Norma Handayani.pdf

Download (295kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II - Norma Handayani.pdf
Restricted to Registered users only

Download (295kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III - Norma Handayani.pdf
Restricted to Registered users only

Download (458kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka - Norma Handayani.pdf

Download (363kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
KTI - Norma Handayani.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang. Buruh gudang merupakan kelompok pekerja yang melakukan aktivitas fisik berat dan berulang, sehingga berisiko mengalami gangguan fungsi ginjal. Selain beban kerja fisik, kebiasaan seperti kurang mengonsumsi air minum, menunda minum saat bekerja, mengonsumsi minuman berenergi, dan merokok diduga dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi ginjal. Pemeriksaan kadar kreatinin serum dan estimasi laju filtrasi glomerulus (estimated Glomerular Filtration Rate/eGFR) dapat digunakan sebagai upaya deteksi dini gangguan fungsi ginjal.
Tujuan. Mengevaluasi kadar kreatinin dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) pada buruh gudang di CV Makmur Abadi sebagai deteksi dini gangguan fungsi ginjal.
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pemeriksaan laboratorium. Sampel berjumlah 17 buruh gudang yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan kadar kreatinin dilakukan menggunakan Mindray BS-240 Pro Chemical Analyzer, sedangkan nilai eGFR dihitung menggunakan rumus MDRD.
Hasil. Sebanyak 14 responden (82%) memiliki kadar kreatinin normal dan 3 responden (18%) memiliki kadar kreatinin tidak normal. Nilai eGFR menunjukkan 6 responden (35%) berada pada tahap 1, 8 responden (47%) pada tahap 2, dan 3 responden (18%) pada tahap 3a. Sebagian besar responden mengonsumsi air minum kurang dari 4 gelas per hari (71%), memiliki kebiasaan menunda minum saat bekerja (65%), mengonsumsi minuman berenergi (71%), dan merokok (77%).
Kesimpulan. Sebagian besar buruh gudang memiliki kadar kreatinin dalam batas normal, namun hasil eGFR menunjukkan adanya penurunan fungsi ginjal pada sebagian responden, terutama pada tahap 2 dan tahap 3a. Pemeriksaan kreatinin dan eGFR dapat digunakan sebagai metode deteksi dini gangguan fungsi ginjal pada buruh gudang, khususnya pada pekerja yang memiliki faktor risiko terkait gaya hidup dan kebiasaan kerja.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kreatinin, eGFR, Buruh Gudang, Fungsi Ginjal, Deteksi Dini
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkes-maluku.ac.id
Date Deposited: 04 Aug 2026 01:48
Last Modified: 04 Aug 2026 01:48
URI: https://repository.poltekkes-maluku.ac.id/id/eprint/370

Actions (login required)

View Item
View Item