Perbedaan Kadar HbA1c Berdasarkan Status Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Tawiri Laha

Tuhuteru, Salsa Bila (2026) Perbedaan Kadar HbA1c Berdasarkan Status Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Tawiri Laha. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Maluku.

[thumbnail of Cover s.d Abstrak] Text (Cover s.d Abstrak)
SAMPUL-ABSTRAK - Salsa Tuhuteru.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I - Salsa Tuhuteru.pdf

Download (462kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II - Salsa Tuhuteru.pdf
Restricted to Registered users only

Download (699kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III - Salsa Tuhuteru.pdf
Restricted to Registered users only

Download (666kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA - Salsa Tuhuteru.pdf

Download (454kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
KTI - Salsa Tuhuteru.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Obesitas yang diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu faktor risiko yang diduga memengaruhi kontrol glikemik. Kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) digunakan sebagai indikator untuk menggambarkan rata-rata kadar glukosa darah selama dua hingga tiga bulan terakhir.
Tujuan: Menganalisis perbedaan kadar HbA1c berdasarkan status Indeks Massa Tubuh (IMT) pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tawiri Laha.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 159 pasien Diabetes Melitus Tipe 2, dengan sampel sebanyak 20 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Status IMT diklasifikasikan menjadi obesitas dan tidak obesitas berdasarkan kriteria Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sedangkan kadar HbA1c dikategorikan menjadi terkontrol (<7%) dan tidak terkontrol (≥7%). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05).
Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (65%), berusia ≥60 tahun (75%), berpendidikan dasar (65%), tidak bekerja (85%), dan bukan perokok (95%). Pada kelompok obesitas, sebanyak 3 responden (30%) memiliki kadar HbA1c terkontrol dan 5 responden (50%) memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol. Pada kelompok tidak obesitas, sebanyak 7 responden (70%) memiliki kadar HbA1c terkontrol dan 5 responden (50%) memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,325 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara status IMT dan kadar HbA1c pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara status Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kadar HbA1c pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tawiri Laha. Pengendalian kadar HbA1c kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kepatuhan terhadap terapi, pola makan, aktivitas fisik, durasi penyakit, dan penggunaan obat antidiabetes.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1c, Indeks Massa Tubuh, kontrol glikemik.
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkes-maluku.ac.id
Date Deposited: 05 Aug 2026 00:01
Last Modified: 05 Aug 2026 00:01
URI: https://repository.poltekkes-maluku.ac.id/id/eprint/375

Actions (login required)

View Item
View Item