Sangadji, Nurhawa (2026) Identifikasi Telur Cacing Ascaris Lumbricoides pada Anak Balita di Dusun Hurnala 2 Desa Tulehu Kecamatan Salahutu. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Maluku.
Cover - Nurhawa Sangadji.pdf
Download (369kB)
BAB I - Nurhawa Sangadji.pdf
Download (171kB)
BAB II - Nurhawa Sangadji.pdf
Restricted to Registered users only
Download (360kB)
BAB III - Nurhawa Sangadji.pdf
Restricted to Registered users only
Download (232kB)
Dapus - Nurhawa Sangadji.pdf
Download (171kB)
KTI - Nurhawa Sangadji.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang. Askariasis yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak balita. Anak balita lebih rentan terhadap infeksi kecacingan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang secara sempurna dan mereka sering bermain di tanah yang terkontaminasi, sehingga meningkatkan risiko terpapar telur cacing. Infeksi Ascaris lumbricoides dapat menyebabkan gangguan penyerapan zat gizi, anemia, penurunan berat badan, hambatan pertumbuhan, hingga stunting apabila tidak ditangani.
Tujuan. Mengidentifikasi telur Ascaris lumbricoides pada anak balita di Dusun Hurnala 2, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu.
Metode. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Sebanyak 14 anak balita dipilih menggunakan teknik incidental sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel feses diperiksa menggunakan metode flotasi dengan larutan natrium klorida (NaCl) jenuh di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Hasil. Karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 9 responden (64,29%), sedangkan responden perempuan sebanyak 5 responden (35,71%). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa dari 14 sampel feses positif 5 (35,71%) 4 mengandung telur Ascaris lumbricoides dan 1 mengandung telur Trichuris trichiura , sedangkan 9 sampel (64,29%) negative tidak menunjukkan adanya infeksi kecacingan campuran.
Kesimpulan. Mayoritas balita di Dusun Hurnala 2 negatif kecacingan, namun masih ditemukan sampel positif kecacingan. Hasil positif dikarenakan oleh tidak menggunakan alas kaki Ketika bermain diluar rumah, tidak menuci tangan sebelum makan, dan santasi lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.Sebaliknya, hasil negatif dipengaruhi oleh minimnya telur infektif yang tertelan, fase infeksi masih dini serta jumlah telur masih sedikit.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ascaris lumbricoides, Anak Balita, Telur Cacing, Metode Flotasi, Helminthiasis |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin@poltekkes-maluku.ac.id |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 00:15 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 00:15 |
| URI: | https://repository.poltekkes-maluku.ac.id/id/eprint/376 |
