Hatapayo, Silvi (2026) Hubungan antara Lama Menderita Diabetes Melitus dengan Kadar Hba1c pada Pasien DM Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tawiri-Laha. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Maluku.
Cover - Silvi Hatapayo.pdf
Download (991kB)
BAB I - Silvi Hatapayo.pdf
Download (273kB)
BAB II - Silvi Hatapayo.pdf
Restricted to Registered users only
Download (431kB)
BAB III - Silvi Hatapayo.pdf
Restricted to Registered users only
Download (649kB)
Dapus - Silvi Hatapayo.pdf
Download (350kB)
KTI - Silvi Hatapayo.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Hubungan Antara Lama Menderita Diabetes Mellitus dengan Kadar HbA1c pada Pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tawiri- Laha
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menyebabkan berbagai komplikasi apabila kontrol glikemik tidak tercapai. Salah satu indikator kontrol glikemik jangka panjang adalah hemoglobin terglikasi (HbA1c). Lama menderita diabetes diduga berhubungan dengan peningkatan kadar HbA1c akibat penurunan fungsi sel β pankreas dan menurunnya kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi jangka panjang.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menderita diabetes melitus dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tawiri–Laha.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data lama menderita diabetes diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kadar HbA1c diperiksa menggunakan metode enzimatik menggunakan alat Sinocare PCH-100 HbA1c Analyzer. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05).
Hasil: Pada kelompok pasien dengan lama menderita diabetes <5 tahun, sebanyak 8 responden (72,7%) memiliki kadar HbA1c terkontrol dan 3 responden (27,3%) tidak terkontrol. Pada kelompok pasien dengan lama menderita diabetes ≥5 tahun, sebanyak 7 responden (77,8%) memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol dan 2 responden (22,2%) terkontrol. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p=0,035 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita diabetes melitus dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tawiri–Laha. Semakin lama durasi menderita diabetes, semakin besar kecenderungan pasien memiliki kadar HbA1c yang tidak terkontrol.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes melitus tipe 2; HbA1c; kontrol glikemik; lama menderita diabetes; hemoglobin terglikasi. |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin@poltekkes-maluku.ac.id |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 00:41 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 00:41 |
| URI: | https://repository.poltekkes-maluku.ac.id/id/eprint/379 |
